Kicauan burung di pagi hari yang saling
bersautan, Mugkin itu biasa dan sudah tradisi di pedesaan, rasanya
pedesaan tidak lengkap tanpa adanya kicauan burung. namun pagi ini, pagi
yang berharga dan yang beda bagiku setelah sekian lama aku di rantau
orang kini akhirnya aku bisa bangun pagi di tanah kelahiranku, LAMPUNG
TIMUR tercinta.
Di tengah kebahagiaan ku tersimpan kesedihan ketika aku melihat ayah
dan bundaku di pagi buta meraka sudah bergegas untuk bekerja keras demi
anak-anaknya. Buruh koret atau sering orang berkata upahan ya itulah
pekerjaan orangtuaku, walau begitu tapi aku tetap bangga mempunyai
orangtua yang sangat sayang
padaku. Orangtuaku motivasiku ya… aku termotivasi dari mereka, sungguh
pengorbanan yang mereka lakukan untuk anaknya takkan bisa tuk digantikan
oleh apa yang ada di dunia ini.
,
Dalam do’a aku selalu panjatkan ya allah berilah aku hidayahmu ya
allah, berikan kesuksesanmu untukku agar aku dapat membahagiakan
orangtuaku dan saudara-saudaraku dan orang-orang yang membutuhkan ya
allah. Mungkin sedikit di kalangan pemuda bangsa yang mempunyai
cita-cita sepertiku, namun aku selalu termotivasi dan semangat ingin
membantu sesama apabila aku melihat keluargaku yang serba kekurangan.
Keinginan ku dalam membangun moral
anak bangsa yang berbudi pekerti serta berahlak yang mulia memacu dalam
dunia global yang semakin memanas, itulah keinginanku dan cita-cita
yang harus tercapai walau susah, tidak sedikit orang yang mencemooh
cita-cita ku, bahkan menghina keinginanku. Tapi aku selalu yakin walau
aku diciptakan dari kalanggan keluarga sederhana bahkan terbilang minim
di kalangan ekonomi tetap aku yakin dan optimis aku pasti bisa. tuk
bangkit dan membawa nama baik keluarga yang sempat terperosok ini.
keyakinan ku akan kesuksesan amatlah besar insyaallah aku akan jadi apa
yang aku inginkan membina suatu perusahaan dan membina sarana pendidikan
yang bertarap internasional yang diakui kualitas dan kuantitasnya, dan
membimbing serta mengarahkan, memotivasi sesaama bahwasanya tidak ada
yang tidak mungkin selagi kita masih ingin mengapainya dan berusaha
dengan keyakinan dan ikhtiar kita yakin kita bisa…
Cerpen Karangan: M. Hasan Basri

Tidak ada komentar:
Posting Komentar