Ketika sang
surya mulai memudar,orang-orang berduyun-duyun pergi ke balai desa.
“Pak,bagaimana
desa kita bisa maju jika bapak melarang investor menanamkan modalnya?”
“Saya
sependapat dengan saudara Sam.Bapak sebagai lurah tidak seharusnya melarang
investor berinvestasi.Saya ingin desa kita lebih maju dari kota jakarta”.
“Bapak dan
Ibu sekalian,saya mohon pikirkan sekali lagi.Ini bukanlah perkara mudah.Tolong
pikirkan dam...”
“Jika bapak
tidak mengijinkan investor masuk desa,sebaiknya bapak mengundurkan diri dari
jabatan bapak sebagai lurah”.
“Tapi...”
“Disini
bukanlah pasar tempat untuk tawar menawar.Bapak hanya memiliki dua
pilihan.Mengijinkan investor menginvestasikan modalnya atau bapak mengundurkan
diri dari jabatan bapak”,bentak Sam berapi-api.
“Baiklah,jika
itu yang saudara inginkan.Mulai malam ini saya resmi mengundurkan diri sebagai
luah”.
Semua warga
bersorak gembira mendengar pernyataan lurah yang menjadi mantan lurah dalam
hitungan menit.Mantan lurah itu turun dari mimbar,kakinya tersangkut kabel
micropon dan ia terjatuh.Tidak seorang pun berniat menolongnya,mereka malah
mentertawakannya sambil memaki.Alam keluar dari balai desa dengan perasaan
hancur.Perjuangannya dan pengorbanannya selama ini tidak berarti lagi untuk
mereka.Air matanya menetes bagai sinar menerangi kegelapan malam yang
sunyi.Hatinya seolah-olah teriris ribuan silet berkarat dan sangat sakit.Ia
duduk bersimpuh sambil memukul-mukul dadanya berusaha untuk menghilangkan sesak
di dadanya.Dari mulutnya keluar suara rintihan dan jeritan.
“Aku
mohon..aku mohon..! Jangan seperti ini Lam ..jangan seperti ini...Mereka yang
menyakitimu,bukan kau yang menyakiti mereka.Siapa yang kau tangisi Lam,siapa..?
rintihnya.”Hentikan ini..!hentikan semua ini untukku...Hentikan!Aku melakukan
ini untuk kebaikan kalian.Tapi mengapa kalian tidak mau mengerti..!”jeritnya.
“Aku
mengerti”.Tiba-tiba terdengar suara seorang gadis menyahut.
Alam kemudian
memalingkan wajahnya mencari sumber suara itu.Ia menatap gadis iti tajam.Dengan
nada sinis alam pun berkata”mengerti..?
“Ya..aku
mengerti,”sahut gadis itu santai
“Tutup
mulutmu! Kau tidak akan pernah bisa mengerti”.
“Aku
mengerti tapi bukan mereka melainkan hati kekasihku yaitu kau”.
Alam
membenamkan matanya dan mendesah panjang.Dengan lembut ia berkata”Mengapa kau
bisa ada disini?”
“Aku disini
untuk mencari kekasihku.Kekasihku yang masih muda dan sangat
tampan,meninggalkanku sendiri hidup merana dan merindukannya sepanjang hari.Ia
pergi demi memenuhi ambisinya menjadi seseorang yang berharap dapat mengubah
dunia dengan tangannya sendiri”.
“Aku minta
maaf, telah membuatmu kecewa”.
“Ikutlah
dengan ku,mari kita pulang!”
“Ntahlah...Tapi
aku tak mungkin meninggalkan mereka”.
“Kakak
sadarlah! Lihat apa yang mereka tlah lakukan padamu,mereka mencampakanmu”.
“Mereka
tidak mencampakanku,mereka hanya dibutakan oleh keinginan untuk memperbaiki
nasib”.
“Mereka
sudah memilih jalan hidup mereka sendiri dan kakak juga harus memilih jalan
hidup kakak sendiri”.
“Ya,kau
benar.Tapi aku berkewajiban menyelamatkan mereka sebagai orang yang memiliki
pendidikan lebih tinggi dari mereka”.
“Jadi kakak
akan tetap tinggal disini?”
“Ya,dan
itulah pilihanku”.
Gadis itu
menatap Alam dengan mata sayu.”Baik,jika itu pilihanmu.Semoga kau berhasil”.
Alam
kemudian bangun dari tanah tempat ia bersimpuh dan memeluk gadi itu erat,dengan
lembut ia berkata “aku akan pulang”.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar