Minggu, 27 April 2014

CAHAYA DI KEGELAPAN

Ketika sang surya mulai memudar,orang-orang berduyun-duyun pergi ke balai desa.
“Pak,bagaimana desa kita bisa maju jika bapak melarang investor menanamkan modalnya?”
“Saya sependapat dengan saudara Sam.Bapak sebagai lurah tidak seharusnya melarang investor berinvestasi.Saya ingin desa kita lebih maju dari kota jakarta”.
“Ha..ha..ha..!”Semua orang ikut tertawa mendengar celetukan salah satu dari peserta rapat,.
“Bapak dan Ibu sekalian,saya mohon pikirkan sekali lagi.Ini bukanlah perkara mudah.Tolong pikirkan dam...”
“Jika bapak tidak mengijinkan investor masuk desa,sebaiknya bapak mengundurkan diri dari jabatan bapak sebagai lurah”.
“Tapi...”
“Disini bukanlah pasar tempat untuk tawar menawar.Bapak hanya memiliki dua pilihan.Mengijinkan investor menginvestasikan modalnya atau bapak mengundurkan diri dari jabatan bapak”,bentak Sam berapi-api.
“Baiklah,jika itu yang saudara inginkan.Mulai malam ini saya resmi mengundurkan diri sebagai luah”.
Semua warga bersorak gembira mendengar pernyataan lurah yang menjadi mantan lurah dalam hitungan menit.Mantan lurah itu turun dari mimbar,kakinya tersangkut kabel micropon dan ia terjatuh.Tidak seorang pun berniat menolongnya,mereka malah mentertawakannya sambil memaki.Alam keluar dari balai desa dengan perasaan hancur.Perjuangannya dan pengorbanannya selama ini tidak berarti lagi untuk mereka.Air matanya menetes bagai sinar menerangi kegelapan malam yang sunyi.Hatinya seolah-olah teriris ribuan silet berkarat dan sangat sakit.Ia duduk bersimpuh sambil memukul-mukul dadanya berusaha untuk menghilangkan sesak di dadanya.Dari mulutnya keluar suara rintihan dan jeritan.
“Aku mohon..aku mohon..! Jangan seperti ini Lam ..jangan seperti ini...Mereka yang menyakitimu,bukan kau yang menyakiti mereka.Siapa yang kau tangisi Lam,siapa..? rintihnya.”Hentikan ini..!hentikan semua ini untukku...Hentikan!Aku melakukan ini untuk kebaikan kalian.Tapi mengapa kalian tidak mau mengerti..!”jeritnya.
“Aku mengerti”.Tiba-tiba terdengar suara seorang gadis menyahut.
Alam kemudian memalingkan wajahnya mencari sumber suara itu.Ia menatap gadis iti tajam.Dengan nada sinis alam pun berkata”mengerti..?
“Ya..aku mengerti,”sahut gadis itu santai
“Tutup mulutmu! Kau tidak akan pernah bisa mengerti”.
“Aku mengerti tapi bukan mereka melainkan hati kekasihku yaitu kau”.
Alam membenamkan matanya dan mendesah panjang.Dengan lembut ia berkata”Mengapa kau bisa ada  disini?”
“Aku disini untuk mencari kekasihku.Kekasihku yang masih muda dan sangat tampan,meninggalkanku sendiri hidup merana dan merindukannya sepanjang hari.Ia pergi demi memenuhi ambisinya menjadi seseorang yang berharap dapat mengubah dunia dengan tangannya sendiri”.
“Aku minta maaf, telah membuatmu kecewa”.
“Ikutlah dengan ku,mari kita pulang!”
“Ntahlah...Tapi aku tak mungkin meninggalkan mereka”.
“Kakak sadarlah! Lihat apa yang mereka tlah lakukan padamu,mereka mencampakanmu”.
“Mereka tidak mencampakanku,mereka hanya dibutakan oleh keinginan untuk memperbaiki nasib”.
“Mereka sudah memilih jalan hidup mereka sendiri dan kakak juga harus memilih jalan hidup kakak sendiri”.
“Ya,kau benar.Tapi aku berkewajiban menyelamatkan mereka sebagai orang yang memiliki pendidikan lebih tinggi dari mereka”.
“Jadi kakak akan tetap tinggal disini?”
“Ya,dan itulah pilihanku”.
Gadis itu menatap Alam dengan mata sayu.”Baik,jika itu pilihanmu.Semoga kau berhasil”.
Alam kemudian bangun dari tanah tempat ia bersimpuh dan memeluk gadi itu erat,dengan lembut ia berkata “aku akan pulang”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar